Antara Kita dan Waktu


Berbicara tentang waktu, kita tentu sepakat bahwa pada dasarnya waktu hanya terbagi menjadi tiga; (1) masa lalu (2) masa kini, dan (3) masa depan.

Masa lalu menggambarkan waktu-waktu terdahulu yang telah dilalui. Waktu yang telah dijalani dengan beraneka warna. Masa lalu sering disebut dengan pengalaman. Karenanya, tak jarang masa lalu dijadikan pelajaran berharga untuk menuju masa depan yang lebih baik. Meski sebagian orang meragukan apakah kita benar-benar menggunakan masa lalu untuk menuju masa depan.

Masa kini adalah waktu dimana setiap makhluk menjalani aktivitasnya. Waktu yang sedang kita gunakan untuk bercengkrama dengan karib kerabat. Tak sedikit dari kita hidup di masa kini karena pengaruh masa lalu. Bahkan pernah ada suatu istilah yang menyatakan bahwa kita hari ini adalah apa yang kita upayakan beberapa tahun yang lalu. Bahwa hari ini adalah refleksi kehidupan kita 5 atau bahkan 10 tahun yang lalu. Lalu apakah masa kini turut menentukan masa depan??

Masa depan adalah waktu yang belum kita lalui. Masa depan bagi sebagian orang adalah misteri. Waktu yang padanya dipandang sebagai realisasi harapan dan keinginan. Tak jarang kita mendengar kalimat-kalimat harapan seperti; suatu saat nanti aku ingin menjadi dokter, tahun depan aku ingin berwisata ke Semarang, setelah lulus kuliah aku ingin berbisnis, dlsb.

Setiap masa yang kita diskusikan memang saling berkait erat antara satu sama lain. Masa lalu mempengaruhi masa kini, dan masa kini mempengaruhi masa depan. Kita hari ini adalah wujud dari apa yang kita usahakan di masa lalu. Dan kita di masa depan adalah wujud dari segala yang kita upayakan pada saat ini.

Waktu tak pernah menunggu kesiapan kita untuk aktivitas apapun. Suka tidak suka waktu akan terus berjalan. Kita tak pernah mampu mengendalikan waktu. Cepat atau lambat, waktu yang kita sebut Masa Kini akan berubah menjadi Masa Lalu. Yang kecil akan membesar, yang muda akan menua, dan yang hidup akan segera mati.

Pada akhirnya, hal terbaik yang pantas kita lakukan saat ini adalah mulai mengupayakan segala kebaikan untuk masa depan. Mulailah berbuat baik meski waktu tak pernah memihak. Mulailah berkarya karena kita tak pernah tahu kapan waktu akan berubah menjadi masa depan. Mulailah dari sekarang karena waktu tak akan menunggu kita untuk siap.

Ada satu hadits tentang waktu yang diriwayatkan oleh Imam Hakim. "Siapa yang hari ini (masa kini) lebih baik dari hari kemarin (masa lalu) maka ia adalah orang yang beruntung, siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia adalah orang yang merugi, dan siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia adalah orang yang celaka.” (HR Hakim)

Semoga bermanfaat.

Bengkalis, 30/12/2017