Falsafah Kopi dan Rokok


Kata Kopi berasal dari Bahasa Arab, Khofi. Dalam berbagai Kamus Bahasa Arab, kata Khofi bermakna sesuatu yang tertutup, tidak terlihat, sesuatu yang lembut yang bersifat rahasia. Selain Kopi, Masyarakat Indonesia juga mengenal kata Kopi-ah (alat penutup sebagian kepala/ rambut). Makna tersebut (hampir) sama dengan makna Khofi dalam bahasa Arab. Dengan demikian tidak berlebihan jika kita katakan bahwa kata kopi sejatinya berasal dari bahasa Arab.

Kopi adalah pralambang dari Khofi. Mukmin sejati memiliki keyakinan bahwa setiap detik waktu harus dihiasi dengan dzikir meski bersifat rahasia (khofi). Begitulah, hingga muncul ungkapan, "Jangan Pernah Meninggalkan Kopi". Maksudnya, jangan pernah meninggalkan dzikir kepada Allah swt. Karena orang yang selalu berdzikir dalam setiap keadaan adalah orang yang bijaksana (lihat: QS. Aal Imran (3): 191)

Rokok dalam bahasa Jawa berarti Udud, kegiatannya disebut Ngudud. Kata Udud sejatinya berasal dari bahasa Arab, 'Adad yang bermakna hitungan, kegiatannya disebut menghitung. Kata 'Adad dalam Bahasa Arab bersinonim dengan kata Hisab. Maka saat merokok selalu ada kegiatan menghisab, karena keduanya merupakan sinonim (Rokok = Udud > 'Adad = Hisab). Selain bermakna menghitung, kata Hisab juga berarti Introspeksi Diri. Istilah ini dipopulerkan oleh Amirul Mukminin Umar ibn Khattab ra. Hasibu anfusakum qabla an tuhasabu.

Ngudud atau merokok merupakan simbol dari kegiatan menghisab, introspeksi diri. Ngudud/merokok membiasakan pelakunya untuk selalu menghisab diri sendiri sebelum menghisab orang lain. Perokok sejati meyakini bahwa hidup harus dipenuhi dengan Husnudzan, prasangka yang baik terhadap apapun dan siapapun. Perokok sejati tidak memiliki waktu untuk mencari-cari kelemahan dan kesalahan orang lain. Ia sibuk menghisab dirinya sendiri, bermuhasabah agar dapat menggapai ridlo Allah Swt.

Mari budayakan berdzikir dan introspeksi diri meski bersifat khofi. Layaknya ungkapan Umar ibn Khattab, Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab. Atau, Hisablah dirimu sebelum menghisab temanmu. Dengan kata lain, Hisablah rokokmu sebelum dihisab temanmu. Atau, Hisablah rokokmu sebelum menghisab rokok temanmu.

Bengkalis, 20/12/2017