Pesan Yerusalem untuk Kawan-kawan Mahasiswa


Ayolah kawan-kawan, sedikit berpikir cerdas. Jangan korbankan akal yang telah diberikan Allah Swt untuk kita semua.

Produk Amerika dan Israel tidak hanya starbuck, macde, pizza, coca cola, dll. Bahkan aplikasi yang sekarang kita pakai untuk seruan boycott ini, Wa, fb, twitter dlsb adalah produk mereka juga.

Ayolah, jangan munafik. Kita koar-koar menyerukan boycott terhadap produk Amerika, Yahudi Israel dll. Tapi sampai detik ini kita juga masih menggunakan wa, fb dlsb.

Secara pribadi, saya juga menolak dan mengecam keras pernyataan Trump yang sangat sepihak, menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Kita lawan mereka, kita kecam pernyataannya. Namun ingat kawan-kawan, perlawanan dan pengecaman bisa dilakukan dengan banyak cara. Banyak jalan menuju Roma, bukankah kita masih sangat hafal dengan kalimat itu.

Untuk mengecam dan melawan Amerika atas pernyataannya tidak mesti dengan boycot. Tidak harus juga semuanya berangkat perang. Orang kaya, bisa dengan menyumbangkan hartanya untuk para korban disana. Dokter, boleh bersama-sama melalui IDI untuk terjun langsung  ke lapangan, membantu mengurus dan mengobati korban disana. Sebagai pelajar, bisa dengan meningkatkan mutu dan kualitas belajar, meningkatkan integritas dan kualitas diri. Jangan terpancing dengan kampanye perlawanan palsu. Agar kelak bangsa ini dipenuhi dengan pribadi-pribadi cerdas yang tidak mudah diadu domba. Agar kelak bangsa ini menjadi bangsa yang kuat karena masyarakatnya adalah orang-orang besar dalam segala bidang. Perlawanan harus digalakkan dalam setiap sektor.

Kawan-kawan, kita adalah mahasiswa, Agent of Change, Agen Perubahan. Lalu siapa yang harus kita ubah. Sebelum mencoba mengubah orang lain, sungguh sangat bijak bila kita mengubah diri sendiri terlebih dahulu. Yang kemarin belum rajin belajar, sekarang harus rajin. Yang kemarin sudah rajin, sekarang harus lebih rajin. Yang kemarin suka bolos kuliah, lambat datang ke kelas dlsb, sekarang harus berlatih disiplin. Yang kemarin masih apatis, sekarang harus berusaha aktif. Yang kemarin mudah dipengaruhi, sekarang harus mampu berpikir kritis. Ayolah, serukan perlawanan kita tanpa harus menjadi orang lain. Tetaplah menjadi mahasiswa, yakinlah, perubahan yang besar harus dipersiapkan dengan cara-cara yang besar pula. Bagaimana bisa mengubah orang lain jika mengubah diri sendiri kita belum mampu??

Come on, jangan kerdilkan pemikiran kita. Sekali lagi, jangan munafik, usah pertontonkan kebodohan kita. Keras meneriakkan boycot produk Amerika dan Israel, tapi masih pakai wa dan fb. Masih pakai HP Android, Ios, Microsoft, dlsb. Apalagi komputer dan laptop, kalo ngotot boycot, laptop dan komputer kita gak bisa dipake, Windows, Linux, Ios dlsb adalah produk mereka. Dan, ini yang paling parah, seruan boycot produk Amerika disebarkan melalui produk Amerika pula.

Hari ini, kita harus mampu menentukan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kita harus jeli, jangan mentang-mentang produk Yahudi terus diboycot. Kita, sebagai warga negara Indonesia, tak akan pernah bisa sempurna melaksanakan Rukun Islam jika pola pikir kita masih seperti ini. Semua yang berasal dari Yahudi ditolak, diboycot. Lalu bagaimana kita bisa melaksanakan haji. Orang-orang Indonesia dan beberapa warga negara lain harus naik pesawat untuk berangkat haji. Nah pesawat itu buatan siapa, buatan yahudi. Okelah pesawat bukan buatan Amerika, tapi pesawat beroperasi menggunakan bantuan satelit, dan satelit adalah produk amerika.

Dulu, Nabi kita Muhammad Saw, pernah berdiri menghormati jenazah yang diangkat melewati beliau. Sahabat kemudian berkata, wahai Rasulullah, yang lewat itu jenazah yahudi, mengapa engkau berdiri menghormatinya. Nabi menjawab, Bukankah dia juga manusia??!!

Saya membayangkan, kalau saja Nabi kita tercinta, Sayyidina Muhammad Saw masih hidup, saya yakin, perintah yang pertama kali keluar bukanlah boycot, namun upaya-upaya kreatif yang membangun. Perintah yang keluar, umat Muslim harus punya produk yang lebih baik dari produk mereka (minimal sama). Kalau tak suka dengan starbuck karena produk Yahudi, maka umat Muslim harus membuat Sturbuck juga. Ingin menghancurkan macde, jangan memboycot, buatlah yang semisalnya agar umat Muslim dapat menikmatinya dari umat Muslim pula. Begitu juga dengan pizza, coca cola, dll. Inilah tugas mahasiswa, jangan hanya koar-koar tanpa solusi. Jangan puas dengan mengejar sensasi namun abai dengan esensi. Saya juga yakin, mahasiswa dengan kecerdasan dan keaktifannya mampu memberikan solusi briliant untuk segala persoalan.

Mahasiswa harus mampu membuat Windows tandingan, harus mampu membuat Wa tandingan, FB tandingan, Twiteer tandingan. Bahkan jika diperlukan, kita juga harus mampu membuat sistem tandingan agar tidak mudah dimonopoli oleh orang-orang yang (dianggap) salah.

Ayolah, biasakan berpikir sebelum mengambil sikap. Berbuat selalu lebih baik daripada sekedar berbicara. Lisanul hal afshahu min lisanil maqal (bahasa SIKAP lebih efektif daripada bahasa UCAPAN).  Bertindak sesuai kadar dan posisi masing-masing. Sebatang lidi tak pernah bisa digunakan untuk menyapu halaman depan rumah kita.

Bengkalis, 21/12/2017