Sombong; Pondasi Segala Dosa


Sombong adalah pondasi seluruh dosa lainnya. Sombong adalah sifat buruk yang paling berbahaya dibanding sifat-sifat buruk lain seperti pemalas, rakus, dlsb (untuk tidak menafikan sifat-sifat buruk yang lain). Seorang pemalas lebih mudah menerima nasehat karena hati manusia secara fitrah memang mudah menerima nasehat. Sebaliknya, kesombongan yang tertanam dalam diri manusia akan menutup segalanya. Orang sombong tidak mau menerima kritik, saran, nasehat, motivasi, dlsb. Ia menganggap dirinya benar dan orang lain salah. Karenanya, orang sombong sering kali menolak kebenaran meski sejatinya ia nyata-nyata tahu bahwa sesuatu itu benar.

Kisah Nabi Adam, Siti Hawa, dan iblis dapat dijadikan pelajaran berharga bagi setiap insan. Dalam kitab suci berbagai agama samawi dinyatakan bahwa iblis diciptakan jauh sebelum Adam dan Hawa. Sampai suatu ketika, saat Allah memerintahkan para malaikat agar sujud kepada Adam, maka semua sujud kecuali iblis. Mengapa iblis tidak mau sujud kepada Adam? Ya, benar. Karena iblis memiliki sifat sombong (lihat: QS. al-Baqarah (2): 34). Iblis merasa dirinya lebih baik karena diciptakan dari api sementara Adam dari tanah (lihat: QS. Shaad (38): 71-85). Iblis merasa dirinya lebih senior dari Adam. Iblis merasa dirinya lebih lama berbakti kepada Tuhan dibanding Adam dlsb.

Sifat "merasa lebih" inilah yang disebut sombong. Sifat ini tak ubahnya seperti benalu, ia akan menghancurkan dan membinasakan tuannya. Pribadi sombong pasti akan hancur, akan binasa. Seorang siswa yang "merasa lebih", tak akan pernah mendapat ilmu. Ia merasa dirinya lebih alim dari gurunya. Seorang pendidik yang "merasa lebih", tak akan pernah berkembang, ia menjadi kerdil, pola pikirnya sempit.

Kita tahu, setiap hal selalu memiliki kelebihan dan kelemahan. Saat kita sibuk memikirkan kelebihan diri sendiri dan selalu mencari kelemahan orang lain. Maka kita sama dengan iblis, ada sombong dalam diri kita. Namun, saat kita berusaha memikirkan kelemahan diri sendiri dan selalu berusaha mencari kelebihan orang lain, bisa jadi, kita akan mendapat pelajaran berharga. Sedikit demi sedikit kita berusaha memperbaiki kelemahan itu. Sebab, siapapun, jika di hatinya masih ada sombong, ia akan binasa.

Bengkalis, 19/12/2017