Mencintai Cinta

Mencintai Cinta

Orang yang hidup tanpa cinta, hidupnya bagaikan mayit. Ia akan mati sebelum ajal menjemput.

Siapa yang hidup dalam cinta, ia akan dikenang selamanya dalam kehidupan manusia.

Jika ada cinta dalam jiwa, akhlakul karimah akan menghiasi seluruh tindakan. Tutur katanya baik; perilakunya santun; dan pola pikirnya selalu penuh dengan husnudzan.

Namun bila hidup tak mengenal cinta, maka akan selalu berbuat tidak baik. Tak menghormati orang lain; senang melihat orang lain sengsara; dan tutur katanya penuh dengan ucapan-ucapan tidak baik.

Cinta adalah refleksi sifat Rahman dan Rahim. Sesuatu yang sangat suci yang datang dari Sang Pemilik Cinta Sejati. Sementara lawannya adalah nafsu; sesuatu yang akan menjerumuskanmu dalam jurang kehancuran.

Karenanya, pilihlah cinta. Jemput dan semayamkanlah dengan baik dalam sanubarimu. Cintailah cinta, engkau akan hidup selamanya. Nama dan dirimu akan tetap hidup meski jasadmu telah terbaring dalam kubur. Namun jika engkau memilih nafsu, maka nama dan dirimu akan mati meski jasadmu masih bernafas.

Tak perlu kau cari yang sempurna agar cinta tumbuh di jiwamu. Justru engkau harus mampu mencintai semesta tanpa perlu menilai. Sebab cinta yang sempurna bukanlah saat engkau mampu mencintai seseorang yang sempurna. Cinta yang sempurna adalah, saat engkau mampu mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan cara-cara yang sempurna.

Semoga bermanfaat
Bengkalis, 19/9/1439 H